Showing posts with label Artikel Networking. Show all posts
Showing posts with label Artikel Networking. Show all posts

3/21/17

Cara konfigurasi Routing Information Protocol : RIPv1

Picture by : www.networkershome.wordpress.com

Bismillahirrahmanirrahim, Assalamualaikum Wr.Wb

Pada kesempatakan kali ini saya akan membahas dan memberikan tutorial tutorial tentang Cara konfigurasi Routing Information Protocol : RIPv1 

karakteristik :

  • Nilai Administrative distance (AD)  = 120.
  • RIP merupakan bagian dari distance vektor yang mencari hop terpendek atau jalur terbaik, rip versi 1 juga merupakan classful routing.
  • RIPv1 hanya menggunakan routing yang classful, yang berarti bahwa semua perangkat di jaringan harus menggunakan subnet mask yang sama.
  • RIPv1 tidak mendukung variabel panjang subnet masking (VLSM).
  • RIPv1 tidak mengirim subnet mask dalam update-nya.
  • RIPv1 tidak mendukung segala jenis otentikasi.
  • Operasi dari UDP port 520.
  • Menggunakan broadcast untuk routing update.


Default timer :

  • Update time = 30 sec.
  • Invalid route = 180 sec.
  • Hold down timer = 180 sec.
  • Flush = 240 sec.


Keterangan :

  • Update Timer: Timer interval antara update routing periodik. seberapa sering melakukan update informasi dalam hitungan detik. Selama 30 detik (waktu default update timer), untuk update routing table secara periodik, dimana sebuah router mengirimkan sebuah copy lengkap dari routing tablenya ke router tetangga.
  • Invalid Route: Digunakan untuk mempertimbangkan rute yang invalid  dan menempatkan rute tersebut ke hold down timer. Selama 180 detik(default) , dalam jangka waktu tersebut, jika router tidak menerima informasi baru dari router tetangga, maka router akan mengirimkan update bahwa router tetangga yang sudah 180 detik tidak update, sekarang sudah tidak valid (time out). Invalid Route merupakan seberapa lama router harus menunggu pesan routing update tentang jalur sebelum jalur tersebut invalid.
  • Hold Down Timer: Menstabilkan informasi routing dan membantu mencegah routing loop selama periode ketika topologi mengumpulkan informasi baru. Hold Down Timer merupakan banyaknya waktu untuk informasi tentang jalur yang dilewati.
  • Flush: Berapa detik (default : 240 detik) sejak update terakhir yang valid, rute dibuang ke sampah. (garbage collection). Ketika rute timeout maka rute ditandai invalid dan masuk ke flush timer. Flush timer menunjukkan banyaknya waktu yang seharusnya dilewati sebelum suatu rute dihapus dari table routing.
  • Metric: Sebuah pengukuran numerik yang digunakan oleh protokol routing untuk menentukan seberapa bagus rute ketika dibandingkan dengan rute alternatif lain untuk mencapai subnet yang sama.
  • RIP menggunakan hop count sebagai metric untuk pemilihan jalur terbaik nya. RIP versi 1 hanya memiliki jumlah hop 16 (0-15). Jika ada lebih dari 16 hop antara dua router itu gagal untuk mengirim paket data ke alamat tujuan

Selanjutnya kita akan coba membuat konfigurasi RIPv1 pada cisco packet tracer dengan topologi dan detail tabel IP Sebagai berikut :


Topologi Routing Information Protocol : RIPv1 

Konfigurasi Router 1

Router>en
Router#conf t
Enter configuration commands, one per line.  End with CNTL/Z.
Router(config)#hostname R1
R1(config)#int gig0/0
R1(config-if)#ip address 190.190.1.100 255.255.255.0
R1(config-if)#no sh
R1(config-if)#exit
R1(config)#interface gig0/1
R1(config-if)#ip address 191.191.1.100 255.255.255.0
R1(config-if)#no sh
R1(config-if)#exit
R1(config)#int se0/0/0
R1(config-if)#ip address 192.192.1.1 255.255.255.0
R1(config-if)#no sh
R1(config-if)#clock rate 56000

Konfigurasi Router 2

Router>en
Router#conf t
Enter configuration commands, one per line.  End with CNTL/Z.
Router(config)#hostname R2
R2(config)#int gig0/0
R2(config-if)#ip address 193.193.1.100 255.255.255.0
R2(config-if)#no sh
R2(config-if)#exit
R2(config)#int gig0/1
R2(config-if)#ip address 194.194.1.100 255.255.255.0
R2(config-if)#no sh
R2(config-if)#exit
R2(config)#int se0/0/0
R2(config-if)#ip address 192.192.1.2 255.255.255.0
R2(config-if)#no sh
R2(config-if)#clock rate 56000

Konfigurasi RIPv1 pada router 1 

R1>en
R1#conf t
R1(config-if)#router rip
R1(config-router)#ver 1
R1(config-router)#network 190.190.1.0
R1(config-router)#network 191.191.1.0
R1(config-router)#network 192.192.1.0
R1(config-router)#do wr

Konfigurasi RIPv1 pada router 2 

Router>en
Router#conf t
R2(config-if)#router rip
R2(config-router)#ver 1
R2(config-router)#network 192.192.1.0
R2(config-router)#network 193.193.1.0
R2(config-router)#network 194.194.1.0
R2(config-router)#do wr

Finally, lakukan tes PING
PING dari PC host R1 ke PC host R2 ( lakukan sebaliknya )

Jika konfigurasi anda benar, maka seharusnya semua terhubung dan reply 100%, jika belum reply 100% berarti konfigurasi anda masih belum tepat.

Sekian tutorial Cara konfigurasi Routing Information Protocol : RIPv1 , semoga tutorial ini berguna dan bermanfaat untuk anda, jangan lupa untuk mem-bookmark situs ini, tunggu update artikel terbaru dari Luffy M.S terimakasih

3/20/17

Routing Information Protocol ( RIP ) Pada Router

Routing Information Protocol ( RIP ) Pada Router


Bismillahirrahmanirrahim, Assalamualaikum Wr.Wb

Pada kesempatakan kali ini saya akan membahas Routing Information Protocol ( RIP ) Pada Router

Pengertian RIP

  • RIP merupakan salah satu protokol routing distance vector yang digunakan oleh ribuan jaringan di dunia. Fakta membuktikan bahwa RIP berdasarkan open standard dan mudah diimplementasikan. 
  • RIP membutuhkan konsumsi daya yang tinggi dan membutuhkan fitur router routing protokol.
  • Dynamic Routing adalah pencegahan terhadap konfigurasi secara manual atau static yang pasti akan sangat merepotkan jika terdapat banyak network yang harus disetting.

RIP Memiliki 3 Versi 

  • RIPv1 merupakan bagian dari distance vektor yang mencari hop terpendek atau router terbaik,rip versi 1 juga merupakan class pul routing.
  • RIPv2 merupakan bagian dari distance  vektor yang mencari hop terpendek atau router terbaik,rip versi2 juga merupakan class list routing.
  • RIPng (RIP Next Generation)  adalah perluasan dari RIPv2 untuk mendukung IPv6, generasi Internet Protocol berikutnya. 

Kelebihan Dari RIP

  • Menggunakan metode Triggered Update.
  • RIP memiliki timer untuk mengetahui kapan router harus kembali memberikan informasi routing.
  • Jika terjadi perubahan pada jaringan, sementara timer belum habis, router tetap harus mengirimkan informasi routing karena dipicu oleh perubahan tersebut (triggered update).
  • Mengatur routing menggunakan RIP tidak rumit dan memberikan hasil yang cukup dapat diterima, terlebih jika jarang terjadi kegagalan link jaringan.


Kekurangan dari RIP 

  • Jumlah host Terbatas.
  • RIP tidak memiliki informasi tentang subnet setiap route.
  • RIP tidak mendukung Variable Length Subnet Masking (VLSM).
  • Ketika pertama kali dijalankan hanya mengetahui cara routing ke dirinya sendiri (informasi lokal) dan tidak mengetahui topologi jaringan tempatnya berada.
  • Hop CountRIP menghitung routing terbaik berdasarkan hop count dimana belum tentu hop count yang rendah menggunakan protokol LAN yang bagus, dan bisasaja RIP memilih jalur jaringan yang lambat.
  • Classful Routing Only RIP menggunakan classful routing ( /8, /16, /24 ). RIP tidak dapat mengatur  classless routing.

Cara Kerja RIP

  • Host mendengar pada alamat broadcast jika ada update routing dari gateway.
  • Host akan memeriksa terlebih dahulu routing table lokal jika menerima update routing .
  • Jika rute belum ada, informasi segera dimasukkan ke routing table .
  • Jika rute sudah ada, metric yang terkecil akan diambil sebagai acuan.
  • Rute melalui suatu gateway akan dihapus jika tidak ada update dari gateway tersebut dalam waktu tertentu
  • Khusus untuk gateway, RIP akan mengirimkan update routing pada alamat broadcast di setiap network yang terhubung

Batasan RIP

  • Hop count tidak dapat melebihi 15, dalam kasus jika melebihi akan dianggap tidak sah. Hop tak hingga direpresentasikan dengan angka 16.
  • Sebagian besar jaringan RIP datar. Tidak ada konsep wilayah atau batas-batas dalam jaringan RIP.
  • Variabel Length Subnet Masks tidak didukung oleh RIP IPv4 versi 1 (RIPv1).      
  • RIP memiliki konvergensi lambat dan menghitung sampai tak terhingga masalah.

Perangkat DTE & DCE

Data Terminal Equipment (DTE)

  • DTE adalah peralatan milik pribadi si pemakai jasa layanan atau pelanggan dan peralatan tersebut berada ditempat pelanggan. 
  • Peralatan ini memiliki interface yang dapat dihubungkan ke WAN link. Contoh peralatan ini adalah router dan bridge

Data Circuit Terminating Equipment (DCE)

  • Fasilitas komunikasi yang dimiliki oleh penyedia jasa layanan WAN, yang disewa oleh pemakai jasa layanan dan berada di tempat pemakai jasa layanan.
  • Berfungsi untuk mentranslasikan data dari DTE menjadi data yang dimengerti oleh protokol WAN, peralatan itu antara lain DSU/CSU, NT1, modem, dan jika layanan itu berupa layanan frame relay maka peralatan itu berupa Packet Switcher
  • Data Service Unit (DSU) adalah peralatan yang menyesuaikan physical interface dari DTE ke fasilitas transmisi seperti T1. DSU juga berfungsi mengatur timing jaringan
  • Channel Service Unit (CSU) adalah peralatan digital interface yang menghubungkan peralatan pemakai dengan jaringan digital telepon lokal. Biasanya CSU/DSU tergabung menjadi suatu peralatan. CSU/DSU ada juga yang buat ke dalam bentuk interface card pada router. 

  • Demarc adalah batas pemisah antara CPE dan CO.
  • Local Loop adalah jalur telekomunikasi antara Demarc sampai CO

Setelah memahami konsep dan cara kerja RIP pada router, anda bisa langsung praktek Cara konfigurasi Routing Information Protocol : RIPv1 

Sekian Pembahasan mengenai Routing Information Protocol ( RIP ) Pada Router, semoga artikel ini berguna dan bermanfaat untuk anda, jangan lupa untuk mem-bookmark situs ini, tunggu update artikel terbaru dari Luffy M.S terimakasih

3/12/17

Cara Install Cisco Packet Tracer 7.0 ( 32 & 64 bit ) di Ubuntu/Linux

Cara Install Cisco Packet Tracer 7.0 ( 32 & 64 bit ) di Ubuntu/Linux

Cisco Packet Tracer 7.0 adalah versi terbaru Packet Tracer dengan perbaikan besar dan fitur baru: switch Cisco baru dan router, SPAN / ERSPAN, ditingkatkan dengan fitur perangkat server Internet Of Everything, sensor bahasa Pemrograman adalah peningkatan utama versi baru ini yang menjadi simulator jaringan yang baik untuk melakukan upaya persiapan yang baru dalam ujian CCNA.

Beberapa fitur baru yang ditambahkan pada Cisco Packet Tracer 7.0
  • Perbaikan server HTTP
  • Ruang kerja Fisik
  • Perubahan lain seperti SPAN / RSPAN, L2NAT, PTP, REP dll dukungan
  • Perangkat baru ditambahkan
  • Fitur untuk aplikasi rumah pintar dan perangkat pintar
Persyaratan sistem minimum Cisco Packet Tracer 7.0
  • CPU: Harus pentium 4, 2.53 GHz atau lebih tinggi
  • RAM: harus 512MB atau lebih tinggi
  • Penyimpanan: 400MB (tanpa versi tutorial)
  • Tampilan resulation: 800 x 600 atau lebih tinggi
  • Juga harus memiliki adobe flash player diinstal.

Cisco Packet Tracer telah tersedia di ubuntu dan distro linux lainnya dengan berbagai sumber installer (Bin .deb rpm), kali ini kita akan membahas tentang Cara menginstal Cisco Packet Tracer 7.0 di Ubuntu. Berikut langkah demi langkah menginstal Cisco Packet tracer 7.0 di Ubuntu:

Bagaimana menginstall Packet Tracer 7.0 di Ubuntu?


Langkah pertama, silahkan download aplikasi Packet Tracer 7.0 dibawah ini :

32 Bit: Google Drive | Mediafire
64 Bit: Google Drive | Mediafire

Langkah kedua, saya asumsikan file Packet Tracer ada di folder Download. Buka terminal dan ekstrak file tersebut dengan perintah sebagai berikut:
cd Downloads
tar -xvzf PacketTracer70_64bit_linux.tar.gz 

Langkah ketiga,  Masuk ke folder "PacketTracer70" hasil ekstrak diatas:
cd PacketTracer70/

Langkah keempat, install Packet Tracer dengan mengeksekusi perintah berikut pada terminal:
sudo bash install

Kemudian ketik password dan tekan enter. Cisco lisensi perjanjian akan menampilkan isi perjanjiannya: terus menekan spasi atau enter sampai lisensi perjanjian selesai 100% :

Selama proses instalasi anda akan diberi pertanyaan sebagai berikut:

1.Do you accept the terms of the EULA? (Y)es/(N)o
ketik Y atau YES kemudian enter

2. Enter location to install Cisco Packet Tracer or press enter for default [/opt/pt]:
cukup tekan enter maka packet tracer akan diinstall di folder defaultnya

3. Should we create a symbolic link "packettracer" in
/usr/local/bin for easy Cisco Packet Tracer startup? [Yn]
ketik Y kemudian enter

Jika gagal pada saat installasi dan muncul "Not able to gain root access with sudo" maka cukup buat directory /opt secara manual, dengan perintah sebagai berikut:

sudo mkdir /opt

Langkah kelima, file yang dibutuhkan sekarang adalah set_ptenv.sh. Jadi perintah berikut harus digunakan :
sudo bash set_ptenv.sh


Proses instalasi selesai. Sekarang anda dapat membuat simulasi jaringan komputer dengan Packet Tracer.

Cara membuka Packet Tracer


Untuk menggunakan Packet Tracer, cukup ketikkan perintah berikut di terminal
packettracer

Kemudian, akan muncul login page akun NetAcad, jika tidak memiliki akun NetAcad bisa klik Guest Login.


Tampilan Cisco Packet Tracer 7.0 dengan fitur-fitur terbarunya 



Sekian tutorial Cara Install Cisco Packet Tracer 7.0 ( 32 & 64 bit ) di Ubuntu/Linux, semoga tutorial ini berguna dan bermanfaat untuk anda, jangan lupa untuk mem-bookmark situs ini, tunggu update artikel terbaru dari Luffy M.S terimakasih

11/28/16

Cara Konfigurasi VLAN, Trunking Menggunakan Cisco Packet Tracer

Bismillahirrahmanirrahim, Assalamualaikum Wr.Wb

Pada kesempatakan kali ini saya akan membahas dan memberikan tutorial tutorial tentang Cara Konfigurasi VLAN, Trunking Menggunakan Cisco Packet Tracer

VLAN (virtual local area network) merupakan  kependekan dari Virtual LAN atau Virtual Local Area Network. Dilihat dari definisinya maka LAN yang dihasilkan adalah secara virtual, bukan secara fisik, VLAN diciptakan untuk menyediakan layanan segmentasi secara tradisional disediakan oleh router di konfigurasi LAN. VLAN menangani masalah-masalah seperti skalabilitas, keamanan, dan manajemen jaringan.

Apa yang membedakan VLAN dan LAN ? 


Baik, perbedaannya bisa anda lihat pada gambar dibawah ini
Perbedaan Jaringan LAN dan VLAN

Jika anda lihat dari gambar topologi diatas ada beberapa perbedaan ? dari gambar yang menggunakan jaringan LAN biasa terdapat banyak switch untuk menghubungkan beberapa segmen jaringan yang berbeda, sedangkan gambar yang menggunakan VLAN (virtual local area network) hanya menggunakan dua switch yaitu switch managable dengan adanya VLAN ini maka anda bisa memisahkan atau mengelompokan user sesuai kebutuhanya masing-masing dalam satu network yang sama misal VLAN TKJ, dan VLAN MM.

Konsep Dasar VLAN
  • Secara default semua port switch masuk dalam VLAN 1
  • VLAN dapat dibuat dengan menggunakan siwtch managable
  • VLAN 1 dikenal juga sebagai Administrative VLAN atau Management VLAN
  • Membagi single broadcast domain menjadi beberapa broadcast domain 
  • Security layer 2
  • VLAN bisa dibuat dari nomor 2 – 1001
  • VLAN hanya bisa dikonfigurasi pada Manageable Switch saja
  • VLAN meningkatkan security network
  • VLAN meningkatkan jumlah broadcast domain dan menurunkan size broadcast domain 
  • Terdapat 2 tipe VLAN :  Static VLAN & Dynamic VLAN 
Static VLAN
  • Static VLAN berdasarkan port 
  • Dilakukan secara manual untuk assign port ke VLAN
  • Disebut juga sebagai Port-Based VLAN
  • Satu port hanya bisa untuk satu VLAN
 Dynamic VLAN
  • Berdasarkan MAC address PC
  • Switch secara otomatis assign port ke VLAN
  • Masing-masing port bisa menjadi lebih dari satu member VLAN
  • Untuk konfigurasi VLAN dibutuhkan software VMPS (VLAN Membership Policy Server) 
    Selanjutnya kita akan coba membuat konfigurasi VLAN menggunakan Switch pada cisco packet tracer dengan topologi dan detail tabel IP Sebagai berikut :

    Topologi VLAN Sederhana Pada Sekolah Menengah Kejuruan
    Pada gambar topologi diatas terdapat tiga buah VLAN dengan tiga segment network yang berbeda pada satu buah switch manageble, agar VLAN 10,20,30 pada switch dapat terhubung maka distulah VLAN Trungking dibutuhkan.

    Tabel Addressing


    Berikut Addresing untuk mempraktekkan lab ini.
    Note : Biasakan konfigurasi menggunakan laptop via console agar terbiasa dengan konfigurasi realnya

    Konfigurasi VLAN pada Switch


    Langkah 1
    Membuat tiga VLAN  yaitu VLAN 10,20,30 :
    Switch>enable
    Switch#conf
    Configuring from terminal, memory, or network [terminal]?
    Enter configuration commands, one per line.  End with CNTL/Z.
    Switch(config)#vlan 10
    Switch(config-vlan)#name TKJ
    Switch(config-vlan)#exit
    Switch(config)#vlan 20
    Switch(config-vlan)#name MM
    Switch(config-vlan)#exit
    Switch(config)#vlan 30
    Switch(config-vlan)#name RPL
    Switch(config-vlan)#exit
    Switch(config)#do wr
    Building configuration...
    [OK]
    Langkah 2
    Melihat VLAN yang telah dibuat :
    Switch#show vlan brief
    VLAN Name                             Status    Ports
    ---- -------------------------------- --------- -------------------------------
    1    default                          active    Fa0/1, Fa0/2, Fa0/3, Fa0/4
                                                    Fa0/5, Fa0/6, Fa0/7, Fa0/8
                                                    Fa0/9, Fa0/10, Fa0/11, Fa0/12
                                                    Fa0/13, Fa0/14, Fa0/15, Fa0/16
                                                    Fa0/17, Fa0/18, Fa0/19, Fa0/20
                                                    Fa0/21, Fa0/22, Fa0/23, Fa0/24
    10   TKJ                              active  
    20   MM                              active  
    30   RPL                              active  

    1002 fddi-default                active  
    1003 token-ring-default      active  
    1004 fddinet-default           active  
    1005 trnet-default               active   
    Langkah 3
    Assign VLAN ke Portnya dan “write memory” untuk menyimpan hasil konfigurasi :
    Switch#conf
    Configuring from terminal, memory, or network [terminal]?
    Enter configuration commands, one per line.  End with CNTL/Z.
    Switch(config)#int fa 0/2
    Switch(config-if)#switchport mode access
    Switch(config-if)#switchport access vlan 10
    Switch(config-if)#description keTKJ
    Switch(config-if)#exit
    Switch(config)#int fa 0/3
    Switch(config-if)#switchport access vlan 10
    Switch(config-if)#description keTKJ
    Switch(config-if)#exit
    Switch(config)#int fa 0/4
    Switch(config-if)#switchport access vlan 10
    Switch(config-if)#description keTKJ
    Switch(config-if)#exit
    Switch(config)#int fa 0/5
    Switch(config-if)#switchport access vlan 20
    Switch(config-if)#description keMM
    Switch(config-if)#exit
    Switch(config)#int fa 0/6
    Switch(config-if)#switchport access vlan 20
    Switch(config-if)#description keMM
    Switch(config-if)#exit
    Switch(config)#int fa 0/7
    Switch(config-if)#switchport access vlan 20
    Switch(config-if)#description keMM
    Switch(config-if)#exit
    Switch(config)#int fa 0/8
    Switch(config-if)#switchport access vlan 30
    Switch(config-if)#description keRPL
    Switch(config-if)#exit
    Switch(config)#int fa 0/9
    Switch(config-if)#switchport access vlan 30
    Switch(config-if)#description keRPL
    Switch(config-if)#exit
    Switch(config)#int fa 0/10
    Switch(config-if)#switchport access vlan 30
    Switch(config-if)#description keRPL
    Switch(config-if)#exit
    Switch(config)#do wr
    Building configuration...
    [OK]
     
    Langkah 4
    Kemudian ketikan perintah “show vlan brief” untuk melihat hasil konfigurasi dan status VLAN
    dari hasil “show vlan brief” tadi anda sudah membuah tiga buah vlan id yang berbeda dengan status port active sebagai berikut :
    Switch#show vlan brief
    VLAN Name                             Status    Ports
    ---- -------------------------------- --------- -------------------------------
    1    default                          active    Fa0/1, Fa0/11, Fa0/12, Fa0/13
                                                    Fa0/14, Fa0/15, Fa0/16, Fa0/17
                                                    Fa0/18, Fa0/19, Fa0/20, Fa0/21
                                                    Fa0/22, Fa0/23, Fa0/24
    10   TKJ                              active    Fa0/2, Fa0/3, Fa0/4
    20   MM                              active    Fa0/5, Fa0/6, Fa0/7
    30   RPL                              active    Fa0/8, Fa0/9, Fa0/10

    1002 fddi-default                active  
    1003 token-ring-default      active  
    1004 fddinet-default           active  
    1005 trnet-default               active   

    Konfigurasi VLAN Trunking Pada Swicth


    Setelah anda melakukan konfigurasi switch mode acces diatas, selanjutnya anda harus melakukan konfigurasi VLAN trunking agar antara tiga id VLAN pada 1 buah switch managable bisa saling terhubung.

    Langkah 1
    Pada gambar topologi diatas switch terhubung ke router melalui fa0/1 oleh karena itu , anda harus melakukan setting port trunking pada port fa0/1 di switch, lakukan perintah konfigurasi seperti berikut, buat trunk ke router dari port 1 switch :
    Switch(config)#int fa 0/1
    Switch(config-if)#switchport mode trunk
    Switch(config-if)#exit
    Switch(config)#do wr
    Building configuration...
    [OK]
    Langkah 2
    Setelah mode trunk anda konfigurasi ketikan perintah “show interface trunk” untuk memastikan konfigurasi  vlan trunk anda sudah di allowed
    Switch>show interface trunk
    Port        Mode         Encapsulation  Status        Native vlan
    Fa0/1      on              802.1q              trunking    1
    Port        Vlans allowed on trunk
    Fa0/1       1-1005
    Port        Vlans allowed and active in management domain
    Fa0/1       1,10,20,30
    Port        Vlans in spanning tree forwarding state and not pruned
    Fa0/1       1,10,20,30

    Konfigurasi VLAN Di Router


    Langkah 1
    Konfigurasi VLAN 10 Di Router dan IP Address yang Mengarah Ke VLAN 10 Tersebut :
    Router>enable
    Router#conf
    Configuring from terminal, memory, or network [terminal]?
    Enter configuration commands, one per line.  End with CNTL/Z.
    Router(config)#int fa 0/1.10
    Router(config-subif)#encapsulation dot1Q 10
    Router(config-subif)#ip address 192.168.1.1 255.255.255.0
    Router(config-subif)#exit

    Langkah 2
    Konfigurasi VLAN 20 Di Router dan IP Address yang Mengarah Ke VLAN 20 Tersebut :
    Router(config)#int fa 0/1.20
    Router(config-subif)#encapsulation dot1Q 20
    Router(config-subif)#ip address 192.168.2.1 255.255.255.0
    Router(config-subif)#exit

    Langkah 3
    Konfigurasi VLAN 30 Di Router dan IP Address yang Mengarah Ke VLAN 30 Tersebut :
    Router(config)#int fa 0/1.30
    Router(config-subif)#encapsulation dot1Q 30
    Router(config-subif)#ip address 192.168.3.1 255.255.255.0
    Router(config-subif)#exit
    Router(config)#int fa 0/1
    Router(config-if)#no shutdown
    Router(config-if)#exit
    Router(config)#
    Finally, lakukan tes PING

    • PING dari PC area VLAN TKJ ke area VLAN MM, Area VLAN RPL (lalukan sebaliknya )
    • PING dari PC semua Area VLAN ke Server SMK dan ke Router SMK
    Jika konfigurasi anda benar, maka seharusnya semua terhubung dan reply 100%, jika belum reply 100% berarti konfigurasi anda masih belum tepat.
    Sekian tutorial Cara Konfigurasi VLAN, Trunking Menggunakan Cisco Packet Tracer, semoga tutorial ini berguna dan bermanfaat untuk anda, jangan lupa untuk mem-bookmark situs ini, tunggu update artikel terbaru dari Luffy M.S terimakasih

    11/17/16

    Download Cisco Packet Tracer 7.0


    Cisco Packet Tracer 7.0

    Cisco Packet Tracer 7.0 adalah versi terbaru Packet Tracer dengan perbaikan besar dan fitur baru: switch Cisco baru dan router, SPAN / ERSPAN, ditingkatkan dengan fitur perangkat server Internet Of Everything, sensor bahasa Pemrograman adalah peningkatan utama versi baru ini yang menjadi simulator jaringan yang baik untuk melakukan upaya persiapan yang baru dalam ujian CCNA.

    Beberapa fitur baru yang ditambahkan pada Cisco Packet Tracer 7.0
    • Perbaikan server HTTP
    • Ruang kerja Fisik
    • Perubahan lain seperti SPAN / RSPAN, L2NAT, PTP, REP dll dukungan
    • Perangkat baru ditambahkan
    • Fitur untuk aplikasi rumah pintar dan perangkat pintar

    Persyaratan sistem minimum Cisco Packet Tracer 7.0
    • CPU: Harus pentium 4, 2.53 GHz atau lebih tinggi
    • RAM: harus 512MB atau lebih tinggi
    • Penyimpanan: 400MB (tanpa versi tutorial)
    • Tampilan resulation: 800 x 600 atau lebih tinggi
    • Juga harus memiliki adobe flash player diinstal.

    Cisco Packet Tracer 7.0 ini dapat dijalankan pada windows 7, 8.1 dan 10.

    Review
    Fitur Login dengan akun NetAcad

    Versi terbaru dari Cisco Packet Tracer 

    Banyak sekali fitur yang baru pada Cisco Packet Tracer 7.0 ini

    UI yang menarik



    Download Cisco Packet Tracer 7.0

    32 Bit: Google Drive | Mediafire
    64 Bit: Google Drive | Mediafire

    Sekian artikel terbaru Cisco Packet Tracer 7.0, semoga artikel ini berguna dan bermanfaat untuk anda, jangan lupa untuk mem-bookmark situs ini, tunggu update artikel terbaru dari Luffy M.S terimakasih

    11/16/16

    Cara Install Cisco Packet Tracer 6.1.1 di Ubuntu 14.04 64bit

    Cara Install Cisco Packet Tracer 6.1.1 di Ubuntu 14.04 64bit

    Kita semua tahu perangkat jaringan product Cisco memiliki fitur dan keunggulan tertentu dibanding perangkat jaringan product lain, disisi keunggulannya tersebut perangkat jaringan product Cisco ini harganya terbilang cukup mahal akan tetapi itu semua sesuai dengan keunggulan dari perangkat itu sendiri, lalu bagaimana jika kita ingin belajar mengkonfigurasi perangkat jaringan product Cisco tapi nggak punya uang untuk nembelinya?

    Ya, Packet Tracer solusinya, 

    Packet Tracer adalah simulator alat-alat jaringan Cisco yang sering digunakan sebagai media pembelajaran dan pelatihan, dan juga dalam bidang penelitian simulasi jaringan komputer. Program ini dibuat oleh Cisco Systems dan disediakan gratis untuk fakultas, siswa dan alumni yang telah berpartisipasi di Cisco Networking Academy. Tujuan utama Packet Tracer adalah untuk menyediakan alat bagi siswa dan pengajar agar dapat memahami prinsip jaringan komputer dan juga membangun skill di bidang alat-alat jaringan Cisco.

    Packet tracer merupakan aplikasi simulator tersebut tentunya dapat mempermudah kita dalam mempelajari konfigurasi perangkat-perangkat jaringan buatan Cisco seperti switch dan router. Namun, yang perlu dicatat ialah tidak semua fitur yang ada pada perangkat cisco sungguhan dapat kita jalankan di aplikasi Packet Tracer tersebut. Artinya, hanya beberapa fitur yang dapat kita jalankan di aplikasi tersebut.

    Kegunaan


    Kegunaan dari Packet Tracer ini biasanya digunakan siswa Cisco Networking Academy melalui sertifikasi Cisco Certified Network Associate (CCNA). Dikarenakan batasan pada beberapa fiturnya, software ini digunakan hanya sebagai alat bantu belajar, bukan seabagai pengganti Cisco routers dan switches.

    Fungsi


    Fungsinya adalah untuk merancang sebuah sistem atau topologi jaringan yang akan di terapkan pada dunia nyata/kerja, karena kalau kita merancang topologi jaringan komputer tanpa bantuan aplikasi seperti ini bisa  membutuhkan biaya yang mahal. Makanya cisco membuat aplikasi seprti ini agar orang dapat belajar tanpa membutuhkan biaya yang mahal.

    Sekarang cisco packet tracer sudah sampai ke versi 7

    Bagaimana menginstall Packet Tracer 6.1.1 di Ubuntu?


    Langkah pertama, silahkan download aplikasi Packet Tracer 6.1.1 melalui link ini.

    Langkah kedua, saya asumsikan file Packet Tracer ada di folder Download. Buka terminal dan ekstrak file tersebut dengan perintah sebagai berikut:
    cd Downloads
    tar -xvf Cisco\ Packet\ Tracer\ 6.1.1\ for\ Linux\ -\ Ubuntu\ installation\ \(with\ tutorials\)\ -\ Student\ version.tar.gz 

    Langkah ketiga,  jika anda menggunakan Ubuntu 64 bit, maka anda perlu menginstall dependency dengan mengeksekusi perintah berikut pada terminal:
    sudo dpkg –add-architecture i386
    sudo apt-get install libnss3-1d:i386 libqt4-qt3support:i386 libssl1.0.0:i386 libqtwebkit4:i386 libqt4-scripttools:i386

    Langkah keempat, install Packet Tracer dengan mengeksekusi perintah berikut pada terminal:
    cd PacketTracer611Student
    ./install

    Selama proses instalasi anda akan diberi pertanyaan sebagai berikut:

    Do you accept the terms of the EULA? [Baca dulu EULA-nya]
    Not able to create and copy files to /opt/pt
    Should we try to gain root access with sudo?
    Should we create a symbolic link “packettracer” in /usr/local/bin for easy Cisco Packet Tracer startup?

    Ketiga pertanyaan di atas cukup dijawab dengan menekan tombol Y.

    Proses instalasi selesai. Sekarang anda dapat membuat simulasi jaringan komputer dengan Packet Tracer.

    Cara membuka Packet Tracer


    Untuk menggunakan Packet Tracer, cukup ketikkan perintah berikut di terminal
    packettracer

    Sekian tutorial Cara Install Cisco Packet Tracer 6.1.1 di Ubuntu 14.04 64bit, semoga tutorial ini berguna dan bermanfaat untuk anda, jangan lupa untuk mem-bookmark situs ini, tunggu update artikel terbaru dari Luffy M.S terimakasih

    12/6/14

    Rangkuman: Perbedaan HUB, SWITCH, ROUTER, REPEATER & BRIDGE

    Pada postingan kali ini saya akan membahas atau lebih tepatnya merangkum pengertian dari hardware-hardware berikut:
    HUB, SWITCH, ROUTER, REPEATER & BRIDGE.

    Oke, sebelum kita belajar tentang jaringan, alangkah baiknya kita mengetahui apa saja yang kita butuhkan dalam membangun sebuah jaringan komputer, berikut saya akan coba jelaskan pengertian serta fungsi dari hardware-harware diatas.

    HUB

    Hub merupakan perangkat jaringan yang bekerja di OSI layer 1, Physical Layer. Sehingga dia hanya bekerja tidak lebih sebagai penyambung atau concentrator saja, dan hanya menguatkan sinyal di kabel UTP. HUB tidak mengenal MAC Addressing / Physical Addressing sehingga tdk bisa memilah data yang harus ditransmisikan sehingga collision tidak bisa dihindari dari penggunaan HUB ini.

    Fungsi HUB :
    • Memfasilitasikan penambahan penghilangan atau penambahan workstation
    • Menambah jarak network ( fungsi sebagai repeater )
    • Menyediakan fleksibilitas dengan mensupport interface yang berbeda ( Ethernet, Toket ring, FDDI )
    • Menawarkan featur yang fault tolerance ( Isolasi Kerusakan )
    • Memberikan menegement yang tersentralisasi ( koleksi informasi, diagnostic)


    SWITCH

    Switch merupakan perangkat jaringan yang bekerja pada OSI Layer 2 ( Data Link Layer ) dan terkadang di Layer 3 ( Network layer ) berdasarkan referensi OSI Layer Model, sehingga dapat bekerja untuk paket protokol apapun. Switch ini bekerja sebagai penyambung / concentrator dalam Jaringan. Switch mengenal MAC Adressing sehingga bisa memilah paket data mana yang akan di teruskan ke mana. Dan switch ini digunakan sebagai repeater/penguat. 

    Fungsi Switch:
    • Pada dasarnya hampir sama seperti HUB, yaitu sebagai pembagi sinyal dan penguat sinyal pada jaringan komputer, tentunya lebih baik switch dibanding hub.
    • Untuk menghubungkan kabel-kabel UTP ( Kategori 5/5e ) komputer yang satu dengan komputer yang lain.

    ROUTER

    Router merupakan perangkat jaringan yang bekerja pada OSI Layer 3, Network Layer. Pada layer ini sudah dikenal pengalamatan jaringan menggunakan IP Address, dan router ini berperan penting sebagai penghubung / penerus paket data antara dua segmen jaringan atau lebih.

    Fungsi Router:
    • Router berfungsi utama sebagai penghubung antar dua atau lebih jaringan untuk meneruskan data dari satu jaringan ke jaringan lainnya. 
    • Perbedaannya dengan Switch adalah kalau switch merupakan penghubung beberapa alat untuk membentuk suatu Local Area Network (LAN).

    REPEATER

    Repeater adalah suatu alat yang berfungsi memperluas jangkauan sinyal WIFI yang belum tercover oleh sinyal dari server agar bisa menangkap sinyal WIFI. Perangkat Repeater harus 2 alat, yakni untuk menerima sinyal dari server (CLIENT) dan untuk menyebarkan lagi sinyal Wifi (accespoint)

    Fungsi Repeater:
    • Untuk mengover daerah-daerah yang lemah sinyal dari Server ( memperkuat sinyal ) 
    • Untuk memperjauh sinyal dari Server ( pemancar )
    • Untuk mempermudah akses sinyal Wifi dari Server


    BRIDGE

    Bridge adalah sebuah komponen jaringan yang digunakan untuk memperluas jaringan atau membuat sebuah segmen jaringan. Bridge jaringan beroperasi di dalam lapisan data-link pada model OSI. Bridge juga dapat digunakan untuk menggabungkan dua buah media jaringan yang berbeda, seperti halnya antara media kabel Unshielded Twisted-Pair (UTP) dengan kabel serat optik atau dua buah arsitektur jaringan yang berbeda.

    Fungsi Bridge:
    • Untuk membagi sebuah jaringan hingga menjadi dua buah jaringan.
    • Mengatur informasi diantara kedua sisi network agar dapat berjalan dengan teratur.
    • Menghubungkan beberapa buah segmen jaaringan komputer LAN yang sama ataupun yang berbeda. misalnya jaringan Ethernet dengan Token Ring, lebih cepat dari pada Router dan lebih handal, karena paket yang akan didapat langsung dikirim ke alamat yang dituju tanpa ada proses penganalisisan dan tanpa ada routing kembali.

    Nah itu dia penjelasan dari hardware-hardware yang kita butuhkan untuk dapat membangun sebuah jaringan komputer, penjelasan diatas saya dapatkan dari berbagai sumber salah satunya saya dapatkan dari guru saya. mohon maaf jika ada penjelasannya kurang pas atau menyimpang, jika ada penjelasan yang lebih, bisa sobat tambahkan dikolom komentar, terimakasih sudah berkunjung :)

    12/4/14

    Perintah-perintah dasar MikroTik RouterOS


    Perintah–perintah dasar MikroTik RouterOS tidak jauh berbeda dengan perintah dasar pada linux umumnya. Karena sebetulnya mikrotik ini merupakan perkembangan dari kernel linux Debian.  

    Perintah shell Mikrotik RouterOS sama dengan linux, seperti penghematan perintah, cukup menggunakan tombol TAB di keyboard maka perintah yang panjang, tidak perlu lagi diketikkan, hanya ketikkan awal nama perintahnya, nanti secara otomatis Shell akan menampilkan sendiri perintah yang berkenaan. Misalnya perintah IP ADDRESS di mikrotik. Cukup hanya mengetikkan IP ADD spasi tekan tombol TAB, maka otomatis shell akan mengenali dan menterjemahkan sebagai perintah IP ADDRESS.

    Berikut ini merupakan perintah perintah dasar Mikrotik yang umum digunakan :
    1. Perintah untuk shutdown dan restart computer , ketikkan :
    [admin@MikroTik]>system shutdown  (Untuk shutdown komputer )
    [admin@MikroTik]>system reboot       (Untuk restart computer )
    [admin@MikroTik]>system reset   (Untuk meret konfigurasi yang sudah dibuat sebelumnya). 
    Dan perlu diperhatikan bahwa perintah – perintah tersebut harus dilakukan pada direktori admin.

    2. Perintah untuk merubah nama mesin Mikrotik , ketikkan :
    [admin@MikroTik]>/system identity
    [admin@MikroTik]>system identity > set name=proxy
    Untuk melihat hasil konfigurasi , ketikkan “print” atau  “pr”
    Contoh:
    [admin@MikroTik]system indentity>pr name:”proxy”
    Lalu console berubah menjadi [admin@proxy]

    3. Perintah merubah password mesin MikroTik , ketikkan :
    [admin@proxy]>/ password
    [admin@proxy]password>old password (jika sebelumnya anda belum mengeset password maka ketikkan kosong)
    [admin@proxy]password>new password :……(ketikkan password yang baru)
    [admin@proxy]password>retype new password: ……..(masukkan sekali lagi passowrdnya)

    Sebagai contoh :
    Jika  password lama kosong dan password baru ABCD, maka perintahnya adalah sebagai berikut :
    [admin@proxy]>/password
    [admin@proxy]password>old password
    [admin@proxy]password>new password ABCD
    [admin@proxy]password>retype new password ABCD

    4. Perintah untuk melihat kondisi interface pada Mikrotik Router :
    [admin@Mikrotik] > interface print
    Flags: X – disabled, D – dynamic, R – running
    #    NAME                         TYPE             RX-RATE    TX-RATE    MTU
    0  R ether1                        ether            0          0          1500
    1  R ether2                       ether            0          0          1500
    [admin@Mikrotik]>
    Jika interfacenya ada tanda X (disabled) setelah nomor (0,1), maka periksa lagi
    etherned cardnya, seharusnya R (running).

    a. Mengganti nama interface
        [admin@Mikrotik] > interface(enter)
    b. Untuk mengganti nama Interface ether1 menjadi Public (atau tersenamanya),maka:      
        [admin@Mikrotik] interface> set 0 name=Public
    c. Begitu juga untuk ether2, misalkan namanya diganti menjadi Local, maka
        [admin@Mikrotik] interface> set 1 name=Local
    d. atau langsung saja dari posisi root direktori, memakai tanda “/”, tanpa tanda kutip
        [admin@Mikrotik] > /interface set 0 name=Public
    e. Cek lagi apakah nama interface sudah diganti.
        [admin@Mikrotik] > /interface print
        Flags: X – disabled, D – dynamic, R – running
       #    NAME                         TYPE             RX-RATE    TX-RATE    MTU
       0  R Local                        ether            0          0          1500
       1  R Public                       ether            0          0          1500

    5. Perintah untuk melihat paket sofwtware MikroTik OS :
    [admin@proxy]>/system package
    [admin@proxy]system package><ketikkan print atau pr>
    Dengan perintah diatas maka akan tampil paket softwore yang ada dalam MikroTik Os Contoh :
    [admin@MikroTik]  system package> pr
    Flags : x – disabled
     #       Name
    0   X routing – test
    1   dhcp
    2   radiolan
    3   user-menejer
    4   X webproxy-test
    5   arlan
    6   isdn
    7   hotspot-fix
    8   ppp
    9   wireless
    10  web-proxy
    11  hotspot
    12  advanced-tools
    13  security
    14  Telephony
    15  routing
    16  synchronous
    17  system
    18  routerboard
    19  rstp-bridge-test
    20  X wireless-legecy
    VERSION
    2.9.27
    2.9.27
    2.9.27
    2.9.27
    2.9.27
    2.9.27
    2.9.27
    2.9.27
    2.9.27
    2.9.27
    2.9.27
    2.9.27
    2.9.27
    2.9.27
    2.9.27
    2.9.27
    2.9.27
    2.9.27
    2.9.27
    2.9.27
    2.9.27

    SCHEDULED
         Untuk  melihat lebih detailnya, ketikan :
         [admin@proxy]system package > pr detail flgs : x – disabled
    0         x name=”routing-test” version=”2.9.27” build – time =jul/03/2006 10:57:53 scheduled
    1         name =”system”version =”2.9.27” build – time=jul/03/2006 10 :56:37 schedule
    2         name =”system”version =”2.9.27” build – time=jul/03/2006 10 :56: 44  schedule
    3         name=”web-proxy” version=”2.9.27” build-time=jul/03/2006 10:`58 :03 schedule
    4         name=”advanced –tools” version=”2.9.27” build –time=jul /03/2006 10:56 : 41 scheduled=””
    5         name=”dhcp” version=”2.9.27” build-time=jul/03/2006 10:56:45 scheduled=””
    6         name =”hotspot”version=”2.9.27”build-time=jul/03/2006 10:56:58 scheduled=””
    7         x name=”webproxy-test” version=”2.9.27” build-time=jul / 03 /2006 10:57:52 scheduled
    8        name=”routerboard” version =”2.9.27” build-time=jul / 03 / 2006 10: 57 : 17 –[q quit‌  ׀ D dump ׀ up ׀ down ]

    6. Perintah untuk mengupgrade paket software router :
    [admin@Mikrotik] system upgade>
    To upgrade chosen packages :
    Download 0,1,2,3,4,5,6,7,8,9,10,11,12,13,14

    7. Perintah mengaktifkan paket software yang ada dalam MikroTik OS :
        [admin@Mikrotik]system page>
        Enable <ketikkan paket yang dikehendaki>
    Contoh :
    [admin@proxy] system package> enable dhcp

    8. Perintah merubah nama ethernet pada mesin MikroTik OS:
    [admin@proxy]>/interface
    [admin@proxy]interface>ethernet set etherl name=public
    Atau dengan menggunakan perintah
    [admin@proxy]interface>set<ketikan number ethernet yang terpasang>
     name=<nama ethernet   yang baru >
    contoh :
    [admin@proxy]interface> set 0 name=public
    [admin@proxy]interface>set 1 name=lan
    Atau
    [admin@proxy]interface>
    set 0 name=public; set 1 name=lan

    9. Perintah setting IP address pada mesin MikroTik OS :
    [admin@proxy]> ip address
    [admin@proxy]ip address>
    Add interface=<nama interface>anddress=
    (ketikkan IP address/subnet mask interface)
    Contoh :
    Jika nama interfacenya “lan” dan IP address yang dikehendaki : 192.168.01 dan subnet mask : 255.255.255.0, maka perintahnya  sebagai berikut
    [admin@proxy]>/ ip address
    [admin@proxy]ip address >
    Add interface=lan address = 192.168.0.1/24

    10. Perintah setting IP DNS primaty dan Secondary :
    [admin@proxy]./ip dns
    [admin@proxy]ip dns>
    Set nama-dns>=<Ip dns dari ISP>

    Contoh :
    Jika IP DNS primary ISP : 202.134.1.10 dan secondary:
    202.134.0.0155, maka perintahnya adalah sebagai berikut :
    [admin@proxy]./ip dns
    [admin@proxy]ip dns>
    Set primary-dns= 202.134.1.10
    [admin@proxy]ip dns>
    Set secondary-dns=202.134.0.155

    11. Perintah setting IP Gateway pada mesin MikroTik OS
    [admin@proxy]>/ip route
    [admin@proxy]ip route >add gateway=<ip gatway
    Contoh IP gateway  dari ISP : 202.134.1.1, maka perintahnya :
    [admin@proxy]>/ ip route
    [admin@proxy] ip route>
    add  gateway=202.134.1.1

    12. Perintah Network address Translate (NAT) pada mesin MikroTik OS
    [admin@proxy]>/ip firewall nat
    [admin@proxy]ip firewall nat>
    add  chain=srcnat out-interface=<etherface yang terhubung
    dengan jaringan WAN> scr-address=
    <network-id interface yang terhubung dengan LAN / subnet mask interface
    LAN> action=masqurade

    Contoh :
    jika network-id interface LAN :”192.168.0.0” dan subnet
    Mask :”255.255.255.0”. untuk interface mesin MikroTik OS yang terhubung ke jaringan
    WAN : “pubilk”, maka perintahnya sebagai berikut :
    [admin@proxy] >/ip firewall nat
    [admin@proxy[ ip firewall nat>
    Add chain=srcnat out-interface=public
    Scr-address=192.168.0.0/24 action=masquerade

    Perintah-perintah dasar Mikrotik untuk RouterOS di atas memang belum terlalu lengkap, karena masih banyak lagi perintah dasar Mikrotik yang bisa digunakan karena memang menu dan fitur dari Mikrotik itu sendiri sangat banyak dan beragam. 

    sumber : mikrotik indo

    10/7/14

    Perbedaan Chain Mikrotik Input, Output, Forward, Prerouting & Postrouting

    Mendalami chain sangatlah penting dalam routing maupun filtering, maka dari itu alangkah jauh lebih baik jika kita mempelajarinya, berikut beberapa penjelasan mengenai Chain Input, Output, Forward, Prerouting & Postrouting.



    INPUT :
    Adalah koneksi yang terjadi dari public menuju router dan berakhir di router atau koneksi yang terjadi dari local menuju router dan berakhir di router, intinya yang menuju router.
    contoh : 
    penggunaan proxy internal (proxy internal kan di dalem router tempatnya)

    OUTPUT :
    Adalah koneksi yang terjadi dari router menuju public atau koneksi yang terjadi dari router menuju local. Artinya koneksi tercipta karena router sendiri yang meminta (kebutuhan router itu, bukan dari local / public).
    contoh : 
    hasil dari proxy internal mikrotik yang di kirimkan ke client.

    FORWARD : 
    Adalah koneksi yang terjadi dari public ke local atau koneksi yang terjadi dari local ke public, dengan ketentuan tanpa ada proses di dalam router, artinya koneksi tersebut adalah langsung dan hanya numpang lewat di router tidak ada terjadi suatu proses di dalam router.

    PREROUTING :
    Pre routing artinya koneksi yang akan masuk router (tergantung setting mangle in intercafe nya nanti)
    koneksi ini akan di proses di dalam router, bisa proses pembelokan ke proxy external, bisa filtering port, bisa apa aja deh, intinya ada proses, nah prerouting itu menandai koneksi sebelum terjadi proses tersebut.

    POSTROUTING :
    Adalah koneksi yang akan keluar router setelah terjadi proses di dalam router.

    Adapun sedikit pemahamannya:
    Input: paket yang masuk ke dalam interface mikrotik.
    Output: paket yang keluar dari interface mikrotik. 
    Forward: meneruskan paket dari atau ke luar interface mikrotik. 
    Prerouting: terjadi sebelum routing table mikrotik.
    Postrouting: terjadi ketika paket keluar dari sytem mikrotik .

    sumber : mbah google